Chapter II

Hujan….
Yah hujan di luar, aku tidak basah
Yang kurasa basah adalah dirinya
Dirinya yang memeluk atau entah membekapku karena aku hampir sulit untuk bernafas…..
Yang kurasa dingin di bagian kulitku yang bersentuhan dengan dirinya, kecuali tengkukku yang sesekali terasa hangat oleh nafasnya. Ya, nafasnya memburu seolah dia tidak ingin memberikanku kepada siapapun bahkan untuk diriku sendiri.
Hi..hi…hi…it sounds funny…
Aduh.. gila..anak ini benar-benar gila hingga aku harus sedikit mengeluarkan tenaga ekstra untuk melepaskannya dari diriku namun tetap meyakinkannya bahwa aku tetap akan berada di dekatnya hingga semuanya jelas…
Tunggu…apa yang tidak jelas?
Semuanya jelas ko?!

Kenapa aku tertular penyakit orang-orang itu? Penyakit yang rajin menyapa hampir setiap bagian waktu. BIKIN SUSAH DIRI SENDIRI….
Hey…BODOH!!!tidak perlu kau menyakiti dirimu sendiri.
Life is better without problems, but it isn’t it without them…
So be it…let the world turns upside down and you keep going all the way…

Jadi begini,….dari tadi kenapa selalu seperti ini?
Apa yang engkau inginkan dariku?
Aku ya seperti ini..
Tidak kurang tidak lebih, tapi kalau kau ingin aku melewati batasku, semuanya harus masuk akal bagiku…
Maka……………
Mari kita petakan dan kita pilah-pilah semuanya….
…………………………………………………………..
…………………………………………………………….
………………………………………………………………
…………………………………………………..
……………………………………………………………
…………………………………………….
…………………………………….
……………
…….
……….
………………………..
………………………………..
……………
………
…….
…….
…………
…………………….
……
……………………….
………….
Cukup…….
Semuanya sudah jelas bagiku…
Terima kasih…
Sekarang aku harus pergi…
Jadwalku begitu padat hari ini….
Maaf…
Sampai jumpa?!
Dimana celanaku?

I’ll see you when I see you, okay?

Hujan sudah reda, tapi mendung masih bercokol di atas kota ini…
Kota yang kubangun batu demi batu demi menyenangkan orang-orang disekitarku…

Hmmmm…
Kenapa selalu ribut dengan apa yang dipikir oleh orang lain?
Memangnya mereka peduli?
Syukurlah jika mereka peduli, karena akan sangat sulit menemukan orang yang peduli beberapa dekade terakhir ini….

Hey!!!
Kamu kemari…
Ini…untuk makan…

3 Responses to “Chapter II”

  1. YuSeVa Says:

    Item!!! Bangun…ugh mimpinya panjang amat … Bangun bangun…!!! hahaha

  2. -ShantyDwuaaa- Says:

    mimpi yang aku ceritain di blog ku 2x lipat lebih panjang don… hihihiii… cape dewh…

    btw, poto pipisnya jangan lupa disiram yah.. pesing…wek…

  3. -ShantyDwuaaa- Says:

    dududdduuuu…after reading the whole story.. tampaknya ini lanjutan dari post yang sebelumnya to…. owwwwh… iya iyaaaa… puanjang bueneeeerrrr….

    .titik.

Leave a Reply