Chapter III
Friday, January 19th, 2007Aku tiba2 terbangun lagi dengan seorang wanita berada
disampingku. We both naked….what did I do?
Aku menyesal…kenapa aku tidak sadar ketika aku bercinta
dengannya. Sial!!
Sejenak kupandangi dia…begitu damai tidurnya.mungkin
kelelahan. Ehmm…berarti aku cukup memuaskannya….Aku masih hebat, meskipun aku
tidak sempat merasakannya.
Ya begitu juga dengan keadaan saat ini, aku masih hebat,
bahkan paling tidak aku tidak dipandang sebelah mata oleh orang2 disekitarku,
meskipun beberapa orang yang mengaku adalah kawanku sudah menusukku berulang
kali di depan orang2.
Aku maklum, dia merasa terancam. Nyawanya berada
ditanganku…
Masih sehebat itukah aku ketika aku sudah tak memegang
senjata, bahkan untuk membela diriku sendiri, aku dianngap ancaman bagi beberapa
orang.
He…he…he…
Badannya bersih, kulitnya sawo matang, tidak putih,
tipikal gadis Indonesia biasa. Aku suka. Karena bagiku gadis2 dengan kulit
putih hanya akan enak dilihat saja. Yah meski kata kebanyakan orang, cewek
dengan kulit putih bisa memperbaiki keturunan. Yah, memang ada benarnya. Secara
logika dengan ilmu yang aku dapatkan ketika SMA, secara genetis ada benarnya.
Tapi, kalau mereka aslinya hitam, dan mereka menjadi putih dengan bantuan
bleaching atau pemutih tubuh dengan merkuri yang laris di salon2 kecantikan itu
bagaimana? Apa mereka masih tetap bisa memperbaiki keturunanku. Tapi, segala
kemungkinan bisa terjadi, toh hidup penuh dengan kemungkinan. Dan aku adalah
salah satu kemungkinan yang bisa didapatkan oleh orang lain.
Dan Aku masih berbahaya…meskipun aku sengaja menarik
diriku supaya aku tidak membahayakan orang lain dan diriku sendiri. Yah..karena
aku masih hebat…
Sungguhkah? Aku tidak ingin dianggap berbahaya bagi
orang2..Aku ingin menjadi kawan mereka, rekan kerja, teman bercerita, teman
bercinta. Untuk yang terakhir hanya untuk wanita saja, maaf….yang jelas aku
tidak ingin menumpuk musuh dengan sengaja. Kecuali jika mereka memang
mendirikan posisinya menjadi musuhku, aku tidak peduli. Maaf, aku tak sengaja…